My memori

Friday, May 20, 2011

INDAHNYA MOLEKUL AIS- CIPTAANNYA

“(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat tiap-tiap sesuatu dengan kukuh”….

Adakah di antara Anda yang mengetahui apa lukisan dekoratif yang indah ini ? Sebahagian dari kita mungkin menyangka bahawa lukisan ini adalah hasil karya pelukis yang memang berbakat. Gambar ini bukanlah sebuah lukisan, melainkan salah satu ciptaan Allah Yang Maha Kuasa.

Gambar ini adalah bahagian kecil dari molekul ais yang dibesarkan ratusan kali ganda. Para ilmuan yang menemui reka bentuk  partikel ais yang sangat indah ini mengatakan, di dunia ini sejak awal penciptaan alam ini  sehingga sekarang ini tidak pernah ditemui dua partikel ais  yang menyamai diantara satu dengan yang lain. Setiap partikel ais berbeza reka bentuknya dari yang satu dengan yang lain, padahal semuanya terbentuk daripada sumber  air yang sama. Maha Suci Allah yang telah berfirman:

(صنع الله الذي أتقن كل شيء)! النمل 88

“(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat tiap-tiap sesuatu dengan kukuh”

Thursday, May 19, 2011

SYUKUR TAMBAH 1 ANGKA LAGI

Assalamualaikum...


Syukur..berpeluang lagi untukku update blog ana di diari maya ini..

Untuk memulakan coretan pada hari ini, ana  memanjatkan kesyukuran ke hadrat Allah s.w.t. kerana dengan limpah dan kurnia-Nya ana masih diberikan kesempatan untuk terus menikmati kehidupan sementara di dunia ini dan untuk terus mencari dan mempelajari ilmu Allah serta melaksanakan tugasan dan tanggugjawb ana untuk anak-anak yatim dan keluarga ana. Alhamdulillah pada hari Rabu yang lepas iaitu pada 11 Mei 2011, ana menyambut hari ulang tahun kelahiran ana. Semoga ana lebih matang dalam kehidupan dan membuat keputusan dalam sebarang tindakan yang bakal ana ambil.

Pada kesempatan ini ana ingin merakamkan setinggi-tinggi terima kasih kepada rakan serumah ana yang bagi kek dan mengadakan jamuan makan-makan di kuarters meraikan hari yang  bersejarah ini, rakan-rakan sekerja, anak-anak yatim, kkawan sekolah serta sahabat ana di teratak facebook yang banyak mendoakan ana..semoga kalian juga mendapat yang terbaik dan dirahmati ALLAH S.W.T.

Kepada adik ana yang bongsu..tempat ana selalu kongsi masalah dan luahan hati-terima kasih kerana seringkali bagi semangat kat akak ya dik.. - doakan kejayaan dan kehidupan akak dunia dan akhirat. Terima kasih atas segala kasih sayang, sokongan dan dorongan yang diberikan. Kepada  kakak angkat ana  di Perak..terima kasih atas pemberianmu dan semangat yang akak bagi kat adik ni.. - terima kasih atas keprihatinan kalian dan semoga kalian sukses dalam apa jua bidang yang diceburi.

Hehe..macam bagi ucapan lepas terima anugerah lak.. Sebenarnya itu adalah doa ana buat mereka yang dekat di hati ana.

Bulan Mei ni memang meriah dengan sambutan harijadi rakan-rakan dan adik ana yang bongsu dimana harijadinya cuma 11 hari melewati tarikh hari lahir ana.

Apa pun, ana akan menjadikan peningkatan usia ana ini sebagai pengukur kematangan ana sendiri.

Syukran semua..Semoga Allah sentiasa memberi dan meluaskan rezeki dan merahmati kalian KITA dan menjadikan KITA seorang yang sentiasa MENSYUKURI PemberianNYA.

Wednesday, May 18, 2011

TAQWA

“Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.” .

Makna Takwa Para ulama telah menjelaskan apa yg dimaksud dgn takwa.
Di antaranya Imam ar-Raghib al-Ashfahani mendefinisikan “Takwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yg membuatnya berdosa dan itu dgn meninggalkan apa yg dilarang menjadi sempurna dgn meninggalkan sebagian yg dihalalkan.”
Imam an-Nawawi mendefinisikan takwa dgn “menaati perintah dan larangan-Nya.”
Maksudnya menjaga diri dari kemurkaan dan azab Allah. Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh Imam al-Jurjani “Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yg mengakibatkan siksa baik dgn melakukan perbuatan atau meninggalkannya.”

Karena itu siapa yg tidak menjaga dirinya dari perbuatan dosa berarti dia bukanlah orang bertakwa. Maka orang yg melihat dgn kedua matanya apa yg diharamkan Allah atau mendengarkan dgn kedua telinganya apa yg dimurkai Allah atau mengambil dgn kedua tangannya apa yg tidak diridhai Allah atau berjalan ke tempat yg dikutuk oleh Allah berarti tidak menjaga dirinya dari dosa. Jadi orang yg membangkang perintah Allah serta melakukan apa yg dilarang-Nya dia bukanlah termasuk orang-orang yg bertakwa.

Orang yg menceburkan diri ke dalam maksiat sehingga ia pantas mendapat murka dan siksa dari Allah maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yg bertakwa. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “Maknanya barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah dgn melakukan apa yg diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yg dilarang-Nya niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rezeki dari arah yg tidak disangka-sangka yakni dari arah yg tidak pernah terlintas dalam benaknya.”

Alangkah agung dan besar buah taqwa itu! Abdullah bin Mas’ud berkata “Sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji jalan keluar adalah “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya.” “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi mereka mendustakan itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” .

Dalam ayat yg mulia ini Allah menjelaskan seandainya penduduk negeri-negeri merealisasikan dua hal yakni iman dan takwa niscaya Allah akan melapangkan kebaikan utk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah. “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan Taurat Injil dan yg diturunkan kepada mereka dari Tuhannya niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yg dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” .

Allah mengabarkan tentang ahli kitab ‘Bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yg ada di dalam Taurat Injil pada dan Alquran demikian seperti dikatakan oleh Abdullah bin Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut niscaya Allah memperbanyak rezeki yg diturunkan kepada mereka dari langit dan yg tumbuh utk mereka dari bumi. Syekh Yahya bin Umar al-Andalusi berkata “Allah menghendaki wallahu a’lam bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yg diturunkan di dalam Taurat Injil dan Alquran niscaya mereka memakan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Maknanya wallahu’alam niscaya mereka diberi kelapangan dan kesempurnaan ni’mat dunia”

Dalam menafsirkan ayat ini Imam al-Qurthubi mengatakan “Dan sejenis dgn ayat ini adl firman Allah “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yg tidak disangka-sangkanya.” . “Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan di atas jalan itu benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yg segar .” . “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” .
Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas Allah menjadikan ketakwaan di antara sebab-sebab rezeki dan menjanjikan utk menambahnya bagi orang yg bersyukur. Allah berfirman “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan ni’mat-Ku atasmu.” . Oleh krn itu tiap orang yg menginginkan keluasan rezeki dan kemakmuran hidup hendaknya ia menjaga dirinya dari segala dosa. Hendaknya ia menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Juga hendaknya ia menjaga diri dari yg menyebabkan berhak mendapat siksa seperti melakukan kemungkaran atau meninggalkan kebaikan. Sumber Diadaptasi dari Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah Dr.Fadhl Ilahi Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

*sumber file al_islam.chm

Wednesday, May 4, 2011

Perjalanan

Aduhai jiwa yang bersalut dosa
Betapa kesementaraan ini mengugah rasa
Betapa kekerdilan diri ini
Menumbuhkan harap dan asa
Untuk sekelumit rahmat dan pengampunanNya

Aduhai jiwa yang sering terleka
Betapa sering diri ini ketinggalan masa
Untuk belajar menghargai
Atau bersedia menanti hari
Agar terwarna makna hakiki

Aduhai Pemilik jiwa yang kerdil ini
Betapa kami mengharapkan taufiq dan hidayah Mu
Betapa ingin kami menjadi hamba Mu
Hidup dalam ketaatan
dan dijemput pulang dalam kerahmatan

Aduhai Pemilik jiwa yang alpa ini
Terimalah keuzuran kami
Agar redhaMu sentiasa menyinari hati dan hidup kami

Layakkah kita untuk ke SYURGANYA

Kenapa kita terasa sukar setiapkali ingin melakukan kebaikan dan perubahan? Bahkan kesukaran itu akan lebih terasa apabila kita cuba untuk istiqomah dengan kebaikan.

Kenapa susah sangat kita nak tinggalkan keburukan atau sesuatu maksiat? Kalau boleh tinggalkanpun hanya sekejap saja.

Mungkin ini adalah persoalan yang sering menghantui pemikiran kita hingga kadang-kadang ada yang berputus asa. Berputus asa hingga terpaksa menjadikan dosa sebagai makanan harian.

Ya, kita semua begitu hajatkan syurga Allah dan takutkan nerakaNya. Dalam ceramah saya, kadang-kadang saya laungkan “Siapa yang nak masuk neraka sila duduk!” Anda boleh bayangkan responnya. Kalau peserta atau pendengarnya sudah agak dewasa, pun akan tersipu-sipu bangun. Tidak ada siapa yang mahu dirinya digolongkan sebagai ahli neraka. Namun persoalannya, KENAPA ramai yang masih melakukan dosa bahkan begitu sukar meninggalkannya? Bahkan kadang-kadang kita melakukan dosa-dosa yang sama.

Jawapan ringkasnya mungkin mudah saja; INILAH NILAI SYURGA.

Kata Ibnu Jauzi, mafhumnya  “Orang yang memilih jalan keimanan sebenarnya telah memilih jalan yang paling sukar.” Ya kita telah memilih jalan yang paling sukar iaitu jalan yang telah dipilih oleh para nabi. Sabda Rasulullah SAW “Orang yang paling berat ujiannya ialah para nabi, kemudian orang mengikuti mereka, kemudian orang yang mengikuti pengikut mereka, kemudian orang yang mengikuti pengikut kepada pengikut mereka”.

Kalau begitu, kita yang lemah jiwa ini tentu tidak layak masuk syurga? Kita tidak sehebat sahabat-sahabat yang berjuang bersama Rasul SAW. Kitapun tidak sehebat ulamak-ulamak yang hidup memperjuangkan kebenaran. Kita ini kan orang biasa, bukan sekolah agama pulak tu bahkan ada yang lahir dari keluarga yang jauh dari agama. Adakah kita nanti akan jadi ahli neraka.

Kalau ini yang sedang anda fikirkan maka sedarlah bahawa yang sedang berbisik itu adalah syaithan yang inginkan kita putus asa dengan rahmat Allah Taala hingga akhirnya kita akan bersama-samanya didalam neraka.

Hakikat diri
Inilah hakikat diri kita: Lemah, lupa, sukar menentang arus dan berbagai kelemahan lain. Jangan kita lupa bahawa sahabat-sahabat Rasulullah juga manusia biasa seperti kita bahakan mereka itu kata Syed Qutub adalah serpihan masyarakat jahiliyah yang suka minum arak, membunuh anak perempuan hidup-hidup, berzina dan sebagainya.

Bukankan Allah Taala berfirman yang maksudnya “Demi jiwa dan penyempurnaannya, diilhamkannya fujur dan taqwa.” Ya kita semua memiliki kecenderungan yang sama: Ingin melakukan kebaikan dan keburukan. Bahkan kata Ibnu Jauzi “Kecenderungan melakukan kejahatan itu seperti air yang menuruni bukit manakala kecenderungan jiwa untuk melakukan kebaikan seperti air yang menaiki bukit yang memerlukan satu tenaga tambahan”.
Jadi untuk melakukan perubahan dan istiqomah diatas kebenaran maka kita memerlukan proses tarbiyyah yang betul, murabbi yang boleh dijadikan contoh dan persekitaran yang akan menambah cinta dan ketaatan kepada Allah serta yakin dengan janji-janji dan ancaman-ancamanNya.

Untuk memahami proses tarbiyyah yang betul, saya selalu bergurau tetapi serius “Gilalah untuk baca sirah sebagaimana orang gila novel baca novel, bahkan jadilah lebih ‘gila’ lagi”. Ya, bacalah sirah dengan penuh rindu dan cinta pada Rasul SAW dan orang-orang yang beriman. Mereka adalah contoh-contoh keimanan.

Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW mendidik mereka dan lihatlah bagaimana mereka menyerahkan diri mereka kepada didikan atau tarbiyyah Rasul. Inilah intipati tarbiyyah: MANHAJ (SISTEM) Tarbiyyah yang betul sepertimana yang dipamerkan oleh Baginda Rasulullah SAW dan PENYERAHAN  diri pada tarbiyyah sebagaimana sahabat-sahabat Rasul. Lihatlah bagaimana dengan tarbiyyah sahabat-sahabat RA mengubah diri mereka secara total dengan penuh kerendahan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dampingilah orang-orang alim yang soleh dan ikhlas. Carilah guru atau murabbi yang ikhlas ingin membantu kita Cintailah ulamak, bacalah buku-buku mereka dan hayatilah sejarah perjuangan mereka. Ziarahilah ulamak-ulamak supaya mereka menjadi lampu-lampu penunjuk jalan kepada jiwa kita.

Dan carilah teman-teman yang soleh yang sanggup menegur kita jika kita terlanjur melakukan kesalahan. Carilah teman yang apabila kita memandang mereka maka kita teringat dan teringin melakukan kebaikan bukan sebaliknya.

Dua sayap
Perjalanan menuju kepada Allah terlalu sukar dan banyak halangannya. Kita tidak akan mampu terbang tinggi menuju redhaNya melainkan dengan dua sayap.

Sayap pertama ialah KHAUF (Takut); selalulah takut-takutkan hati kita dengan azab neraka yang jamuan keraiannya ialah buah Zaqqum, bahan bakarnya ialan manusia dan batu serta api nyalaan yang berpuluh-puluh kali ganda lebih panas dari api dunia. Takut-takutkan jiwa kita dengan saat pertemuan dimana ada wajah-wajah yang putih dan ada wajah-wajah yang hitam, ada wajah yang berseri-seri bahagia dan ada wajah yang bermuram durja. Bukalah lembaran-lembaran al Quran dan hadith lalu hayatilah hakikat-hakikat ini hingga kita terasa takut dan minitiskan air mata.

Sayap yang kedua ialah Roja’ (Harap); Yakinlah dengan pengampunan Allah dan rahmatNya. Allah tentu sekali tidak akan menzalimi kita bahkan terlalu kasih kepada kita. Bukalah lembaran-lembaran al Quran dan hadith, tentu hati kita akan terpegun apabila melihat betapa Allah itu maha Pengampun. Janganlah sekali-sekali kita berputu asa dengan rahmat dan pengampunan Allah SWT.

© Langitilahi.com

Thursday, April 28, 2011

ITULAH CINTA

Assalamualaikum..rasa lama tak meninjau blog..dan kali ni berkesempatan walaupun hanya seketika..
Tiba ingat seorang sahabat..seringkali merintih, menangis, berdoa dan tidak putus harap dengan kembalinya SI DIA di hati..

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Kerana Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mahu mencuba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Sunday, April 24, 2011

Manusia yang Untung


Manusia akan jadi terbaik jika beriman
akan tersungkur bagai binatang ternak
andai engkar...
 
hidup menguji siapa terbaik amalnya
terbaik dunia...terbaik akhirat
dunia adalah kebun bertanam
bekal perjalanan hari akhir
jannah atau an nar
 
pilihan pada kita
aqal dibekal
ada jasad  
ada roh
 
islam iman amal
jamaah dan keseorangan
susurilah tariq al haq
sirat yang lurus
 
contoh yang benar dan batil
yang di ni'mati Ilahi
yang di la'nati Ilahi
pilihlah jalan junjungan
jalan para anbia'
para solihin
tabi`in
 
moga damailah hidup
dunia dan akhirat